Menunggu

Kalau ditanya, hal apa yang paling tidak disuka. Jawabannya adalah : menunggu. Untuk hal lainnya, masih bisa ditoleransi. Tapi tidak dengan menunggu. I do really HATE it. Jika waktu, tenaga, dan pikiran yang terbuang percuma ketika menunggu dikonversikan ke rupiah, mungkin nilainya sebanding dengan 3 atau 4 kali lipat gaji. Tapi bukan itu masalahnya, melainkan ke-tidakmenentu-an di dalam proses itu.

Pernahkah membuat orang menunggu? Pastinya kita akan terus dihujani dengan sms atau misscall. Dimana? Masih lama ga? Ko ga dateng2 sih!!. Tidak menentunya perasaan yang menunggu terasa dalam teks yang dikirimkan juga pada nada bicara yang disampaikan gelombang elektromagnetik. Meski mungkin terdistorsi, tapi kita masih bisa menangkap hal-hal tersebut bukan?. Pada akhirnya ke-tidakmenentu-an itu akan melahirkan turunan kejengkelan dan bad-impression terhadap diri kita.

Di luar semua itu. Satu hal yang membuat menunggu menjadi pekerjaan yang saya benci, kemudian cenderung menjadi apatis adalah ketika orang yang saya tunggu tidak sadar bahwa dia sedang ditunggu!! argh… dasar si dongdong, dimanakah kamu??

Ngiri Kemiri

i’m happy, will you too?

ini bukan tentang bagaimana membuat seseorang bahagia, melainkan apa itu bahagia. tulisan ini terinspirasi dari temen. kata dia, ada 3 cara untuk menemukan kebahagiaan : don’t judge, don’t push people to understand you, and don’t lean on peolpe. setidaknya itulah inti yang saya peroleh. saya setuju dengan ketiga poin itu, terutama no 2 : jangan memaksa orang untuk mengerti kita.

saya yakin tidak ada makhluk yang disayang semua orang saat ini, di dunia ini. selalu saja ada yang tidak suka. satu orang diantara berpuluh orang. pasti ada, saya yakin itu. di komunitas apa pun kita berada, orang-orang ngiri kemiri pasti selalu ada. mungkin mereka diciptakan untuk membuat dunia kita berwarna. atau mungkin juga untuk mengukur sejauh mana kebahagiaan yang kita miliki tidak membuat tinggi hati. atau hanya untuk sekedar menyadarkan kita bahwa roda itu bulat. now up, tomorrow down. that’s life.

ya, bahagiakanlah diri kita sendiri dengan berpositif-ria terhadap si ngiri kemiri. sekeren apapun usaha kita untuk meyakinkan dia bahwa kita orang baik tidak akan berpengaruh. bukan karena kita yang [sebenarnya] tidak keren, melainkan karena memang tidak perlu untuk membuat si ngiri kemiri mengerti. jangan paksa dia untuk mengerti kita. it’s not gonna work.

jadi, berbahagialah. sekarang. dimanapun. siapapun kita.

let us stop pushing people to be happy with, let them find their own happiness. dan begitulah cara kita berbahagia juga bukan?

Kangen

Kangen dengan kalian! Banget nget nget. Tapi apa daya ternyata sistem tidak merestui. Apa kabarnya ya kalian disana? Aku hanya bisa membayangkan dan menerka. Melihat ke dalam mata kalian saat berjumpa selintas.

Jika kembali mengenang masa-masa dengan kalian aku merasa lebih kuat dibanding sekarang. Meskipun saat itu aku tidak menjadi manusia. I was too inhuman. Banyak orang yang bilang begitu. Waktu itu aku cuek bebek jalan terus, tapi si sesal selalu di belakang. Betapa banyak orang baik di luar komunitasku dulu yang kulewatkan. Bukan berarti aku menyesal karena aku ‘terkunci’ bersama kalian, tapi sekarang baru kusadari bahwa saat itu ada sebagian jiwaku yang hilang. Karena meski saat ini aku kangen kalian, aku jauh lebih bahagia. I become a human, a real one !

Tentang menjadi bermanfaat adalah apa yang kuyakini saat itu, sehingga seringkali i pushed myself too hard. Padahal ternyata tidak harus selalu menjadi begitu. Sekarang, aku kembali menanyakan tentang arti kemanfaatan itu. Lalu kupahami bahwa ia ada dan akan kekal ketika eksistensi diri mampu menyalakan cahaya sekitar. Tidak tergantung pada di komunitas mana diri itu berada. Menjadi bermanfaat adalah tentang bagaimana seorang diri mampu menggerakkan ruang sekeliling menjadi sebuah konstruksi sosial. Dimanapun diri itu berada.

Meski saat ini aku belum menemukan eksistensi kemanfaatan seutuhnya itu, tapi aku yakin tidak akan lama lagi. With or without you. Sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan, jangan menjadi seperti aku seperti waktu itu. Menjadilah manusia, seperti fitrahnya karena toh dengan itu pun insyaAllah kita bisa menjadi bermanfaat.

*me, who still searching on…

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 353 pengikut lainnya.