Tak Pantas Menjadi Egois

Sedang merasa lelah sehingga apatis dengan ini semua…

Dengan kewajiban sebagai calon abdi negara.

Dengan ketidakjelasan kamu.

Dengan Jakarta yang belakangan ini bergonta-ganti cuaca.

Dengan kulit yang menghitam karena kelamaan main di Parangtritis.

Dengan pekerjaan yang tidak sekeren mereka.

Dengan terpisahnya jarak.

Dengan ‘hanya’ menjadi yang itu-itu saja.

Dengan menjadi korea-drama addict.

Dengan setengah hati melamar pekerjaan di Sayap Ibu.

Dengan menjadi boros belakangan ini.

Tak pantaslah aku menjadi itu semua! Egois!

Ketika mereka yang dengan sukarela membawa bantuan ke Gaza dibombardir oleh si musuh abadi perdamaian.

Ketika mereka berjuang membuka blokade Gaza yang telah hampir 1000 hari.

Ketika sebagian jiwa-jiwa mereka telah dijemput bidadari.

Astaghfirullahal’adzim.

Aku bumi, mereka langit.

Wahai jiwa, tak inginkah melangit?

#tribute for freedom flotilla, 310610

Di Atas Batu

Oleh : Sapardi Djoko Damono

ia duduk di atas batu dan melempar-lemparkan kerikil ke tengah kali

ia gerak-gerakkan kaki-kakinya di air sehingga memercik ke sana kemari

ia pandang sekeliling : matahari yang hilang – timbul di sela goyang daun-daunan, jalan setapak yang mendaki tebing kali, beberapa ekor capung

– ia ingin yakin bahwa benar-benar berada di sini

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 353 pengikut lainnya.