Anak Kali
29 Jul 2010 1 Komentar
in serius Tag:abdinegara, jalan, serius
di daerah bantaran kali, saya menunggu acara pertemuan warga terkena dampak relokasi-normalisasi kali garang-banjir kanal barat, semarang. dengan pemandangan 3 anak kecil bermain. anggaplah namanya iwan, joko, dan rudi. bertiga berkejaran bermain sepeda di depan gedung pertemuan lurah ngemplak simongan. sepeda hanya 2, mereka ada 3. tentunya berkejaran. merebut sepeda dari yang lain.
usianya tak terpaut jauh. 2 orang naik kelas 2sd dan yang 1 masuk sd. dan saya duduk di atas tembok selutut, sambil senyam-senyum sendiri. mendengarkan mereka berceloteh bahasa jawa yang super cepat plus teriakan cempreng dari badan-badan ringkih itu. maksud pembicaraan bisa ditangkap, meski banyak yang terlewat. tapi saya paham, intinya mereka bahagia.
melongok ke dalam tas selempang ada 3 cemilan : roti, cokelat, dan kacang goreng rasa; paket dr maskapai yg tadi pagi belum kemakan. pas! dengan sekali lambai, mereka sudah berkerumun. 3 barang itu disodorkan. awalnya malu, tapi akhirny tangan kurus itu mengambil satu-satu. saya tersenyum.
terpatah-patah mengikuti celotehan mereka, dengan bahasa ibu mereka tentunya. cokelatnya enak. rotinya beli dimana. bungkus kacangnya susah dibuka. saya darimana. naik pesawat gimana rasanya. ke sekolah naik sepeda. kacangnya ga enak. mulai belajar bahasa inggris di kelas 2. gigi ompong karena kebanyakan makan permen. dan saya hanya bisa he he oh oh nggih nggih.
sudah besar mau jadi apa? mau jadi sopir deko! bukan dokter. bukan insinyur. bukan pilot. saya tanya, kenapa? supaya deko-nya ga nggusur rumah saya, mba.
dan saya hanya tersenyum getir.
dalam hati : harusnya kamu jadi gubernur, dek. supaya rumahmu tidak tergusur.

Agu 06, 2010 @ 02:42:44
nice….