Kopi dan Matahari

adalah dua hal yang paling saya sukai di dunia ini.

karena kopi, saya meyakini bahwa hitam atau coklat warna tak mencerminkan hakikatnya. meski coklat (lebih suka coffemix) dan sangat butek sehingga dasar cangkir tak terlihat, ternyata ia mampu memberikan ketentraman batin. aromanya, hangatnya, dan coklatnya. ia menemani hampir setiap orang yang menunggu. di kafe, menunggu kolega. di kantor, menunggu waktu pulang. di rumah, menunggu comment status fb. bahkan mungkin di jalan, menunggu untuk sampai di kota tercinta. pokoknya, kopi adalah bestfriend-nya banyak orang. that’s why i love him.

genangan setelah hujan di jalan tanah juga butek. selalu membuat saya menyingkir menjauh dari cipratannya. tapi ternyata tidak dengan kopi saya. miss him every single day. saya belajar untuk tidak mengutuk butek.

matahari : cantik saat datang dan pergi. dicari hingga ke puncak gunung untuk sekedar melihat kedatangannya, diburu hingga ke tepi laut untuk mengantar kepergiannya. hampir semua orang melakukan itu, untuk mengguratkan memori akan keindahannya. he’s on his way to make people always hunt him. saat dia ada di atas kepala, ia membakar padahal ia terbakar. menjadi pusat semesta bermanusia. menjadi unsur pertama dan utama dalam rantai makanan di bumi. hai matahari, tak lelahkah? but, that’s why i love him.

setelah seharian bermain di pantai meski dengan spf33, tetap legamlah semua. tapi hampir semua orang tak peduli dengan itu. karena matahari, kami berkehidupan. karena ia kuat. karena ia tegar meski sendiri. that’s why i love him.

jika kopi dan matahari adalah kamu,

please be careful with my sincerity

also my heart.

if it’s you, why not brave enough to show yourself?

8 Komentar (+add yours?)

  1. ulya raniarti
    Jul 15, 2010 @ 05:05:38

    Kalau aku suka hot chocolate..
    Apakah itu berarti aku menyukai sosok yang manis dan hangat? Ratih dong.. hehehehe ..

  2. NanChe
    Jul 23, 2010 @ 08:17:47

    suka sama postingan ini. suka juga sama teh dan hujan :)

  3. escoret
    Jul 26, 2010 @ 08:36:24

    aku suka es teh..* ra nyambung*

  4. ratih.putri
    Jul 26, 2010 @ 13:10:32

    ulya : ow, ow, ow… i bet u do in love w/ me :) . bcoz i do too, coz Alloh :) . kangeeeeeen. ih, mau nengok keponakan baruku dong… insyaAllah ya ul :)

    nanda : terimakasih. [meski stlh sy baca ulang tulisan sy ini, sy agak bingung, hehe]. saya juga suka mereka :)

    escoret : sweet ice tea :)

  5. Awan
    Jul 27, 2010 @ 04:44:33

    Apakah ada alasan mengapa kopi dan matahari diasosiasikan dengan pria (“him”)? Karena biasanya mereka disebut “it”, berhubung kopi dan matahari tidak punya jenis kelamin…
    Atau jangan-jangan…
    hmm….

  6. ratih.putri
    Jul 29, 2010 @ 15:32:26

    berharap si empunya tulang rusuk ini seperti matahari dan suka kopi :p

  7. Ibi
    Okt 25, 2010 @ 09:58:13

    Hey… i am optimist that you’ll get the coffee and the sun criteria you had described above someday !! :D *or perhaps you already got it..?.. :D hehe…cheers

    *who knows..ala majalah

  8. Maximillian
    Mei 24, 2011 @ 21:32:17

    [ pokoknya, kopi adalah bestfriend-nya banyak orang. that’s why i love him. ]

    Just keep wondering, how much Indonesian people understand the “black treasure” within their areas ? Coffee is the second highest commodity to be consumed, lower than oil, amazing isn’t it ?

    I’ve ever tried to share the romance of coffee, here : http://politikana.com/baca/2011/01/27/romansa-kopi-politikana, some people shocked to know the valuation of our coffee, and more about the lack of knowledge about our own treasure, within our land.

    I just keep moving with my own ideas ’bout economic added value path. The abundance of production factor itself, won’t so much helping the people to get a better life. Yeah, our land are rich, but the people don’t understand the value of economic, and trade it. That’s why VOC came here, to trade :) VOC was the first multinational company, we should be proud, the story never change, until now :) )

    Long time no see Ma’am. Say hi to fellow friend 2002 from ITB, let’s walk our own path, we will meet someday with our own achievement toward society, amen :P

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 352 pengikut lainnya.