Anak Kali

di daerah bantaran kali, saya menunggu acara pertemuan warga terkena dampak relokasi-normalisasi kali garang-banjir kanal barat, semarang. dengan pemandangan 3 anak kecil bermain. anggaplah namanya iwan, joko, dan rudi. bertiga berkejaran bermain sepeda di depan gedung pertemuan lurah ngemplak simongan. sepeda hanya 2, mereka ada 3. tentunya berkejaran. merebut sepeda dari yang lain.

usianya tak terpaut jauh. 2 orang naik kelas 2sd dan yang 1 masuk sd. dan saya duduk di atas tembok selutut, sambil senyam-senyum sendiri. mendengarkan mereka berceloteh bahasa jawa yang super cepat plus teriakan cempreng dari badan-badan ringkih itu. maksud pembicaraan bisa ditangkap, meski banyak yang terlewat. tapi saya paham, intinya mereka bahagia.

melongok ke dalam tas selempang ada 3 cemilan : roti, cokelat, dan kacang goreng rasa; paket dr maskapai yg tadi pagi belum kemakan. pas! dengan sekali lambai, mereka sudah berkerumun. 3 barang itu disodorkan. awalnya malu, tapi akhirny tangan kurus itu mengambil satu-satu. saya tersenyum.

terpatah-patah mengikuti celotehan mereka, dengan bahasa ibu mereka tentunya. cokelatnya enak. rotinya beli dimana. bungkus kacangnya susah dibuka. saya darimana. naik pesawat gimana rasanya. ke sekolah naik sepeda. kacangnya ga enak. mulai belajar bahasa inggris di kelas 2. gigi ompong karena kebanyakan makan permen. dan saya hanya bisa he he oh oh nggih nggih.

sudah besar mau jadi apa? mau jadi sopir deko! bukan dokter. bukan insinyur. bukan pilot. saya tanya, kenapa? supaya deko-nya ga nggusur rumah saya, mba.

dan saya hanya tersenyum getir.

dalam hati : harusnya kamu jadi gubernur, dek. supaya rumahmu tidak tergusur.

Dimana Menyimpan Hati

L.E.L.A.H

ya Alloh, what a stressfull two week. ke surabaya kemudian semarang. di dalam tekanan. di antara ketaknyamanan. di antara beribu pertanyaan. melakukan pekerjaan yang [belum] dicintai adalah sebuah ujian yang hebat, setidaknya buat saya. kata orang, bekerja pada hal yang kita sukai akan melahirkan kenyamanan. do what you love. dengan begitu mengalirlah semua kebahagian, semua ide, semua kekuatan. that enough to make a [hi]story.

lalu apa jadinya ketika berada pada bidang kerja yang belum bisa dicintai. not yet in love with what i do. yang terjadi adalah kelelahan luar biasa. pada fisik, mungkin bisa diselesaikan dengan tidur. pada otak, bisa disembuhkan dengan meditasi sholat saat sujud. namun, pada hati? apa yang harus dilakukan padanya.

sakitnya seseorang, konon, bukanlah sakit pada fisiknya, pada raganya. melainkan pada jiwanya, pada hatinya. begitulah, sepertinya memang begitu. hati adalah panglima raga. he give an order and rest just can follow.

dua pekan ini, saya belajar bahwa pintar-pintarlah untuk menyimpan hati. jangan berikan hatimu kepada yang tak layak mendapatkannya. pekerjaan bukan segalanya. tetapi makna dan value yang diperjuangkan di balik judul itu. dan itu hanya diketahui saya dan Yang Maha Tahu saja. ini adalah wilayah privasi yang mendasar. dimana hanya di wilayah ini saya bisa menjadi diri sendiri. disinilah tempat saya menyimpan hati.

kini mengerti bahwa hanya untuk yang layak sajalah, setelah Yang Maha Tahu melapangkan, yang pantas mendapatkan hati saya, 100%.

Kopi dan Matahari

adalah dua hal yang paling saya sukai di dunia ini.

karena kopi, saya meyakini bahwa hitam atau coklat warna tak mencerminkan hakikatnya. meski coklat (lebih suka coffemix) dan sangat butek sehingga dasar cangkir tak terlihat, ternyata ia mampu memberikan ketentraman batin. aromanya, hangatnya, dan coklatnya. ia menemani hampir setiap orang yang menunggu. di kafe, menunggu kolega. di kantor, menunggu waktu pulang. di rumah, menunggu comment status fb. bahkan mungkin di jalan, menunggu untuk sampai di kota tercinta. pokoknya, kopi adalah bestfriend-nya banyak orang. that’s why i love him.

genangan setelah hujan di jalan tanah juga butek. selalu membuat saya menyingkir menjauh dari cipratannya. tapi ternyata tidak dengan kopi saya. miss him every single day. saya belajar untuk tidak mengutuk butek.

matahari : cantik saat datang dan pergi. dicari hingga ke puncak gunung untuk sekedar melihat kedatangannya, diburu hingga ke tepi laut untuk mengantar kepergiannya. hampir semua orang melakukan itu, untuk mengguratkan memori akan keindahannya. he’s on his way to make people always hunt him. saat dia ada di atas kepala, ia membakar padahal ia terbakar. menjadi pusat semesta bermanusia. menjadi unsur pertama dan utama dalam rantai makanan di bumi. hai matahari, tak lelahkah? but, that’s why i love him.

setelah seharian bermain di pantai meski dengan spf33, tetap legamlah semua. tapi hampir semua orang tak peduli dengan itu. karena matahari, kami berkehidupan. karena ia kuat. karena ia tegar meski sendiri. that’s why i love him.

jika kopi dan matahari adalah kamu,

please be careful with my sincerity

also my heart.

if it’s you, why not brave enough to show yourself?

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.